Senin, 02 Desember 2013

tulisan 13 , cerpen -sang mahasiswa

SANG MAHASISWA

Ia adalah seorang mahasiswa. Ia lahir di pinggiran kota Bandung. Telah tiga tahun ia mengenyam pendidikan di tengah ibu kota Jawa Barat, Bandung. Baginya Bandung adalah kota yang sudah tak istimewa lagi. Ia begitu terobsesi dengan ibu kota Indonesia, Jakarta. Hingga berulang kali ia meminta kepada orang tuanya agar bisa pindah kuliah ke Jakarta. Namun keinginannya itu harus terbentur akan kokohnya tekad orang tuanya yang inginkan ia menjadi seorang pengusaha hebat. Ia terlanjur dibekukan hatinya untuk mampu meraih impiannya hanyalah di Varis Van Java. Kebekuan hati yang telah di bentuk oleh orang tua dan lingkungannya. Dengan situasi yang seperti itu, telah memupuskan keinginannya untuk menuntut ilmu di Jakarta. Kota yang penuh sesak dengan milyarder-milyarder bertarap nasional maupun internasional. Kota yang dijejali manusia-manusia kardus. Manusia-manusia yang hanya mampu membuka telapak tangan. Manusia-manusia miskin ibu kota. Dan di kejamnya kota itu, sang mahasiswa telah memutuskan di dalam diri dan sanubarinya. Di tiap langkah dan desah nafasnya. Ia telah menjatuhkan pilihan untuk menjadi milyarder baru Indonesia, kendatipun waktu belum memihaknya, tekadnya tetap kuat.
Pagi itu kota Bandung masih diselimuti kabut tebal. Meskipun jam sudah menunjukan pukul enam, tidak serta merta menjadikan ibu kota Jawa Barat itu lebih terang. Hawa dingin yang disuguhkan Varis Van Java mampu menjadi alasan bagi para mahasiswa yang tengah bermalas-malasan di atas kasurnya dan dibalik selimutnya. Alasan mereka diperkuat dengan sebuah kata bernama “libur”. Hari itu memang hari minggu, hari dimana mahasiswa kebanyakan menghabiskan waktunya hanya untuk tidur seharian atau “membunuh” waktunya dengan jalan-jalan di Mall serta ada pula yang berlama-lama di telpon menyambung kata melalui udara bersama kekasih tercinta. Bahkan beberapa ada yang pulang kampung.
Di salah satu kost kota Bandung, Mahasiswa itu tinggal. Sebuah kost yang terbilang mewah bagi Mahasiswa yang materi orang tuanya tak berlimpah. Ayahnya seorang PNS yang bertugas di KUA Kecamatan yang memiliki sawah dan tanah yang cukup luas. Sang ayah bersikukuh mengharuskan anaknya kuliah jurusan Bisnis Manajemen di Universitas swasta terkemuka Bandung . Mahasiswa yang bernama Deni Bungsu Permana itu, sama sekali tidak berontak dengan jalan yang dibangun ayahnya, karena di aliran darahnya ada jiwa entrepreneurship sejati. Jiwa yang diperolehnya melalui bentukan orang tua, media, pengalaman, maupun yang didapatnya dari kampus.
Tempat kost yang telah tiga tahun ia tempati bangunannya terdiri dari dua lantai. Masing-masing lantai memiliki sepuluh kamar. Setiap kamar dihuni oleh dua orang mahasiswa. Dan mahasiswa yang sekamar dengan Deni adalah Muhamad Rizal.
Rizal memanggil Deni dengan sebutan Bungsu. Hal itu dikarenakan Deni adalah anak terakhir dikeluarganya. Anak bungsu dari tiga bersaudara. Deni dan Rizal telah lama saling mengenal. Mereka datang dari desa yang sama. Lebih dari itu, hari-hari mereka selama bertahun-tahun dihabiskan di SD, SMP, dan SMA yang sama pula. Namun demikian, ada perbedaan yang jauh dari cara pandang mereka. Bila Deni ingin menjadi seorang bisnisman hebat, maka lain halnya dengan Rizal yang bercita-cita menjadi seorang guru agama. Kini Rizal kuliah di sebuah Universitas Islam di Bandung. Dalam perbedaan itulah terjalin kebersamaan yang unik. Kebersamaan yang terjaga begitu lama. Begitu berliku. Begitu penuh kejutan. Benar-benar sarat pertentangan luar biasa.
Deni tengah berkutat dengan handphone-nya yang sejak subuh berdering. Bisnis pulsa yang ia geluti sembari kuliah memang sedang bersinar. Bersinar menerangi jiwa-jiwa muda nan bergejolak untuk memadu cinta bermodal pulsa. Bagi seseorang yang berjiwa bisnis seperti dirinya, peluang sekecil apapun adalah kesempatan yang tak ternilai dua kali. Selain berjualan pulsa, ia pun aktif menawarkan t-sert pada teman-teman kampus maupun teman kostnya. Begitulah deni, ia yakin dengan usaha yang keras maka hasil yang didapat pun akan setimpal dengan kerjanya. Ia yakin setelah lulus kuliah akan menjadi seseorang yang sukses. Fikirnya, pihak kampus telah menjamin untuknya bekerja di perusahaan bergengsi setelah ia lulus. Fikirnya lagi, beberapa tahun ia akan bekerja di sana, kemudian setelah pengalamannya cukup dan modalpun sudah di tangan, barulah impian besarnya diwujudkan. Menjadi pebisnis sukses. Itulah pemikiran deni, sebuah pemikiran yang sama sekali berbeda dengan orang yang ada di sebelahnya.
Dengan mata yang terfokus pada layar handphone. Tangan beradu dengan huruf dan angka. Deni masih sempat menggerakan mulutnya. Dari mulutnya keluar kata-kata yang sejak tadi tak terdengar di ruangan itu.
“Seperti aku dong Zal, hidup mandiri tanpa harus membebani orang tua”
Deni teramat bangga dengan prestasi yang diraihnya. Sebuah prestasi yang tak didapat oleh mahasiswa-mahasiswa lain yang ia kenal. Sebuah prestasi yang tak dapat dielakkan lagi, memang tujuan utama orang-orang kuliah. Prestasi mengumpulkan uang.
“Ya syukurlah Bungsu bisa hidup mandiri di sini. Tidak seperti aku yang masih mengandalkan kiriman orang tua. Aku belum bisa seperti kamu”
“Kamu bukan belum bisa, tapi belum mau. Kamu biasa hidup enak dari kecil. Ayahmu seorang pedagang hebat dan sukses. Sebenarnya aku heran pada ayahmu, dia tidak kuliah tapi kaya raya”
“Itu artinya kuliah bukanlah satu-satunya cara untuk kaya”
Mata Deni yang sebelumnya difokuskan pada layar handphone, kini dialihkan pada Rizal yang tengah serius bersahabat dengan laptopnya.
“Lalu apa tujuanmu menghabiskan uang orang tuamu untuk bayar kuliah, jika pada akhirnya uang itu tidak bisa dikembalikan? Apa dengan hanya menjadi guru semuanya bisa kembali? Sebenarnya diam di rumah pun kamu akan tetap hidup enak.”
“Alasanku sederhana saja. Aku hanya ingin menggali potensi, mencari ilmu sebanyak yang aku bisa agar kelak ilmu itu bermanfaat untuk diri dan orang lain. Aku ingin menjadi manusia yang memahami hakikat penciptaannya di dunia ini. Itu saja, selebihnya rejekipun akan mengalir seiring ilmu yang kita peroleh. Allah yang mengatur segalanya, bukan manusia yang hanya mampu berteori”
“Hah...penjelasanmu terlalu sulit dicerna otak. Tidak masuk akal.
Pernyataan mereka seolah dua sisi mata uang yang bersebrangan. Namun masih tetap dalam satu bingkai harapan. Harapan meraih bintangnya sendiri-sendiri.
“Aku sudah bosan tinggal dengan orang yang berpemikiran tradisional seperti kamu. Kalau bukan karena ayahmu yang sering membantu keuangan keluargaku dan kalau bukan karena ibumu yang mewanti-wanti agar aku menjagamu di sini, mana mungkin aku mau sekamar dengan anak mamih sepertimu. Lama-lama aku bisa ketularan.
“Cukup Bungsu!. Jangan ungkit-ungkit itu lagi. Aku mau kamu bersabar beberapa bulan lagi. Menunggu kita lulus. Kamu tidak harus menunggu sampai cita-citaku menjadi guru terwujud. Tidak selama itu.”
Belum sempat Rizal menutup kedua bibirnya, suara benda terlempar sudah lebih dulu mengangetkannya. Buku Motivasi Bisnis yang semalam dibaca Deni, ternyata telah melayang menyentuh dinding. Deni merasa muak dengan sikap lunak yang ditunjukan Rizal. Setiap kata-kata yang dilontarkan Deni berhasil ditepis oleh rizal. Deni pun harus rela buku kebanggaan dan inspirasinya itu menjadi korban amarahnya sendiri.
“Aku sudah bilang. Hapus nama bungsu dari otakmu. Panggil aku Deni. Mengerti? Asal kamu tau saja. Aku benci pada cita-citamu itu. Apa kamu lupa? Waktu SD kelas dua aku pernah dijewer sampai telingaku lebam karena tidak mengerjakan PR. Saat aku menginjak SMP kelas satu, aku harus merelakan rambutku dipotong seenaknya karena rambutku sedikit panjang. Aku malu ditertawakan satu kelas bahkan satu sekolah. Dan yang paling parah, sampai SMA pun aku itu masih diberlakukan seenaknya. Kamu tau benar kejadiannya, mukaku merah ditampar oleh guru sialan itu. Hanya karena aku nyanyi dan dianggap menggangu kelas lain yang sedang belajar padahal aku nyanyi tidak sendiri, kenapa hanya aku yang ditampar? Dimana posisi guru yang katanya pahlawan tanpa tanda jasa? Semuanya falsehood
“Tidak semua guru seperti itu. Kamu ingat Pak Hasan? guru SD kita yang baik dan penyabar. Dia begitu menyayangimu. Kamu dibelikannya alat tulis bahkan baju seragam dan tas. Apa kamu lupa?” Satu lagi, menjadi guru adalah impianku, sama seperti impianmu yang ingin menjadi pebisnis. Tidak ada seorang pun yang bisa menghalangi”
Ketenangan yang terus ditampilkan Rizal tak mampu meredakan emosi Deni. Seketika itu juga Deni melangkahkan kaki menuju pintu. Dia berniat meninggalkan Rizal yang masih menatap layar laptop. Deni merasakan marah yang begitu hebat. Lagi-lagi ia harus kalah adu argumen oleh orang yang dianggapnya berpemikiran dangkal. Deni yang biasanya menang dan berjaya ketika berdebat dengan teman-teman kuliahnya. Deni yang begitu disegani karena opini-opininya yang tajam. Akhirnya harus menyerah pada seorang Rizal yang dianggap tak lebih pintar darinya.
Pintu kamar kost itu ditarik dengan sekuat-kuatnya oleh Deni. Tentu saja suara benturan yang dihasilkan begitu menggelegar. Di ruangan yang di dalamnya hanya ada Rizal terasa begitu menggoncang. Kacapun bergetar namun tak pecah. Tembok tergoncang. Dan tubuh Rizal pun ikut bereaksi. Sesaat Rizal terdiam. Tangannya berpisah dengan keyboard. Matanya terpejam. Ada sesuatu yang menusuk-nusuk kepalanya. Ia kesakitan. Apakah jarum-jarum ada di otaknya? Atau mungkin paku? Rizal sungguh tak tau. Sejak kecil ia sering merasakan sakit itu. Rasa sakit yang membuat dunia gelap. Rasa sakit yang semakin menjadi setelah ia kuliah. Rasa sakit yang hanya dia sendiri yang menanggung. Hanya dia sendiri yang merasakan. Seketika mata Rizal terpejam. Ada bayangan sahabatnya di kaburnya penglihatan. Ada senyuman hangat ibunya dalam samarnya pendengaran. Ada lambaian cita-citanya di hilangnya kesadaran. Ada nama Tuhannya dalam lepasnya sang udara.

tulisan 10, artikel antara fitnah dan perhiasan terindah

 
ANTARA FITNAH DAN PERHIASAN TERINDAH

Pernah ada suatu masa ketika kaum wanita
Dianggap  penyebab segala penderitaan dan musibah yang menimpa manusia
Jangankan untuk diakui, bahkan untuk makan kalian tidak duduk semeja


Pernah ada suatu masa ketika kaum wanita
Memilih begitu saja siapakah laki-laki yang berhak menggaulinya
Dan justru merekalah yang dianggap terkemuka di kaumnya

Pernah ada suatu masa ketika kaum wanita
Berhak dibunuh begitu saja oleh suaminya
Bahkan hak hidupnya hilang ketika suaminya mati mendahuluinya

Pernah ada suatu masa ketika kaum wanita
Diasingkan dan dianggap najis luar biasa
Justru pada saat masa rapuh dan masa labilnya

Pernah ada suatu masa ketika kaum wanita
Mandi  dengan laki-laki bersama di kolam terbuka
Dilihat pasangan mata yang justru senang melihatnya

Pernah ada suatu masa ketika kaum wanita
Tidak mendapat warisan dari keluarganya
Bahkan dianggap racun kebahagiaan dan perusak harta

Pernah ada suatu masa ketika kaum wanita
Dianggap budak dan laki-laki sebagai raja
Kalian dianggap  sumber kesalahan dan penyebab kemunduran moral

Pernah ada suatu masa ketika kaum wanita
Ibarat  barang tak berharga yang dapat dibeli di pasar-pasar
kalianlah satu pintu dari jahanam karena dituduh menggerakkan dan membawa kepada dosa

Pernah ada suatu masa ketika kaum wanita
Dianggap biang dari kemaksiatan dan akar dari kejahatan
Kalian dianggap keburukan yang tak dapat dihindari

Pernah ada suatu masa ketika kaum wanita
Dianggap memalukan keluarga
Hingga harus dikubur hidup-hidup saat masih dalam buaian ibunya

20 Tahun itulah waktu yang diperlukan bagi seorang Abdul Halim abu syuqqoh untuk menyusun masterpiecenya, buku KEBEBASAN WANITA. Walau kemudian beliau cukup kecewa karena ada beberapa ulama yang menolak bukunya dijadikan referensi bagi kaum wanita. Padahal isinya, luar biasa lengkap dan menginspirasi.
Kaum wanita memang memiliki peran dan posisi tersendiri dalam kehidupan. Tidak kalah dengan kaum laki-laki. Namun sayangnya, banyak dari kaum wanita sekarang yang gamang bahkan mungkin tidak tahu betapa mulianya mereka, apalagi setelah Islam datang dalam hidupnya. Sungguh sangat disayangkan.
Dan kiranya, satu hal saja yang ingin saya sampaikan pada kalian,
Standar Kualitas Bidadari Surga Tidak Akan  Turun Karena Masa
Maka Mendekat Dan Belajarlah Dari Mereka Yang Telah Menunjukkan Pada Dunia
Bahwa Wanita Adalah Perhiasan Terindah Kehidupan
Rada-rada susah memang ketika yang lebih banyak kita ketahui adalah para artis dan biduan-biduan. Baik kelas local sampai internasional. Malas saya nyebutinnya. Namun tahukah kalian, di balik setiap keglamouran mereka, setiap kehidupan hedon mereka. Tersimpan suatu hal yang mengiris tipis-tipis sisi fitrah mereka. Ada baiknya kita belajar dari seorang wanita yang ketenarannya bahkan melampaui zamannya, namun sayang, kehidupannya berakhir tragis. Ia bunuh diri dengan membawa sejuta sesal. Resapi setiap nasihat terakhirnya ini, yang ditujukan bagi kalian, kaum wanita:
Hati-hatilah dengan sanjungan
hati-hatilah terhadap setiap orang yang menipu dirimu dengan gemerlapnya ketenaran
Sesungguhnya akulah wanita yang paling malang di dunia ini
Aku tak dapat hidup sebagai ibu
Aku adalah wanita yang gagal dalam berumah tangga
Alangkah indahnya kehidupan rumah tangga yang mulia dengan segala hal
Sesungguhnya kebahagiaan wanita sejati
Adalah hidup dalam rumah tangga yang mulia dan suci
Bahkan sebenarnyalah kehidupan rumah tangga
Adalah kunci bagi kebahagiaan seorang wanita dan seluruh manusia.
(Marylin Monroe)
Sesungguhnya wanita-wanita di negeri timur senantiasa dikekang keinginannya dan di sana dibedakan serta dipisah-pisahkan antara laki-laki dan perempuan dan hal itu dikembalikan kepada agama Islam dan perannya dalam menghalangi jalan kebangkitan para wanita dan kesamaan hak antara wanita dan laki-laki.
(salah satu klausal ketetapan PBB)
Maka, lihatlah kebangkitan yang mereka suarakan ini, lihatlah keadaan dan kehidupan wanita di sana. Lihatlah dengan baik-baik kawan. Dan sadarkah, kalian sekarang sedang digiring menuju ke sana. Silakan cari di mbah gugel, statistic single parent di sana, angka virginitas pranikah di sana dan jumlah aborsi di sana. Dan jangan kaget, ketika Negara kita, sekarang, telah menyumbang angka yang cukup besar.
 Sesungguhnya kebebasan menurut persangkaan mereka dan juga persamaan hak yang mereka gembar-gemborkan yang mereka tawarkan kepada para wanita modern adalah kebebasan bagi laki-laki untuk mencumbunya sementara hak-haknya ditelantarkan serta membunuh hati nuraninya yang seharusnya berusaha menjaga kehormatan dan kemuliannya.
(ust Muhammad jamal)
Sungguh beruntung kalian yang mengenal islam, sungguh sangat-sangat beruntung.
 Kewajiban kita adalah untuk memperalat wanita, kapan saja mereka siap mengulurkan kedua  tangannya kepada kita sehingga mereka menghiasi yang haram dan memporakporandakan pahlawan Islam.

Namun,
Pernah ada masa
Ketika peran dan posisi wanita
Ditempatkan ke dalam posisi terbaiknya
Hingga menjadi partner sejati membangun peradaban ilahi

Namun,
Pernah ada masa
Ketika hak-hak wanita ditunaikan sempurna
Bahkan menjadi kebanggaan keluarga
Dan teladan bagi masyarakatnya

Namun,
Pernah ada masa
Ketika  wanita diperlakukan dengan begitu indahnya
Dijaga layaknya permata terindah keluarga
Dan hanya boleh dibawa
Oleh mereka yang berani dengan gagah menghadap walinya

dan masa ini, akan hadir kembali

Dan inilah masa-masa
Ketika wanita menjadi fitnah terbesar kaum laki-laki di dunia
Ketika wanita menyuarakan emansipasi bablas
Dan wanita lantang mengatakan kebebasan tak terbatas

Dan inilah, satu nasihat sederhana yang ingin saya berikan
Standar kualitas bidadari surga tidak akan turun karena masa
Karena memang, merekalah, wanita pilihan sang maha Rahman
Yang memberikan teladan dan perbaikan bagi dunia yang sekarat
Dan inilah, alasan utama kalian juga di ibaratkan perhiasan dunia terindah
Maka belajarlah dari mereka
Para bidadari surga yang kepleset ke dunia
Khadijah binti khuwailid, Saudah binti zamah, Aisyah binti abu bakar, Hafshah binti umar, Ummu salamah, Ummu habibah, Zainab binti jahsy, Shafiyah binti huyay, Juwatiyah binti alharits, Mainumah binti alharits, Zainab alkubro, Ruqoyyah, Fathimah azzahra, Ummu kultsum, Asma binti abu bakar, Fathimah binti alkhattab, Ummu kultsum binti ali, Shafiyah bin Abdul muthalib, Sumayyah binti khayyat, Asma binti yazid bin sakan, Ummu sulain binti malham, Ummu haram binti malham, Ummu warokah, Asma binti umais, Asysyifa bin lharits, Ummu aiman, Hindun binti uthbah, Immu syuraik, Ummu fadhl, Rubai binti maudz, Alkhansa, Khaulah binti tsalabah, Ummu ruman, Ummu imarah, Ummu mahjan.

Minggu, 01 Desember 2013

tulisan 12,puisi aku

 
AKU...

Tidaklah seMULIA KHADIJAH..
Tidaklah seTAQWA AISYAH..
Tidaklah seTABAH FATIMAH..
Bukan pula seKAYA BALQIS..
Apalagi secantik ZULAIKHAH..

Aku hanyalah wanita akhir zaman
yang mempunyai cita-cita menjadi
istri yang SHALEHAH..

tulisan 11,Cara membuat direktori atau folder pada cmd

CARA MEMBUAT DIREKTORI ATAU FOLDER PADA CMD
 
1. CHELSEA
EDEN HAZARD
TORRES



2. CHAMPION
WAYNE ROONEY
ROBBEN

3. BAYER MUNICH
MANCHESTER UNITED




Membuat folder di cmd pada konsep diatas,dan berikut langkah kerjanya.
1.      Letakan kursor pada start,tulis si kolom search “RUN”, kemudian pilih RUN

2.      Setelah itu muncul perintah kosong


3.      Setelah itu ketik CMD pada kotak tersebut kemudian oke.


4.      Kemudian buatlah folder Champion,ketik md Champion dan enter,


5.      Setelah itu untuk pindah direktori,ketik cd champion kemudian enter


6.      Langkah selanjutnya membuat folfer chelsea,Bayer Munich dan Manchester United dengan cara mengetik md chelsea “Bayer munich” “Manchester United” kemudian enter.(pemakaian tanda kutip,jika penamaan folder tersebut memakai spasi,ex:”Bayer Munich” Manchester United”)


7.      Kemudian pindah direktori ke folder chelsea,dengan mengetik cd chelsea dan enter.


8.      Setelah itu membuat direktori Eden hazard dan torres di folder chelsea dengan cara mengetik md “Eden Hazard” “Torres” lalu enter.


9.      Kemudian ketik cd.. dan enter.


10.  Setelah folder chelsea sudah di isi dengan folder eden hazard dan torres,selanjutnya pindah direktori ke folder Bayer Munich dengan mengetik cd “Bayer Munich” kemudian enter.


11.  Setelah itu buat direktori di folder bayer munich,dengan mengetik md Robben lalu enter.


12.  Kemudian ketik cd.. dan enter.


13.  Langkah selanjutnya pindah direktori ke folder Manchester United dengan mengetik cd “Manchester United” kemudian enter.


14.  Setelah itu membuat direktori di folder manchester united dengan mengetik md “Wayne Rooney” kemudian enter.


15.  Kemudian ketik cd.. dan enter.


16.  Kemudian ketik lagi cd..  dan enter.


17.  Dan ketik lagi cd.. dan enter.


18.  ketikTree champion lalu enter,dan lihat gambar dibawah ini,isi folder sudah terlengkapi.

19.  Untuk mengecek folder yang telah dibuat ketik start kemudian pilih My computer.


20.  Kemudian pilih local disk c dan muncul folder champion.


21.  Setelah di klik muncul folder Bayer Munich,Chelsea, dan Manchester United”.


22.  Setelah di pilih folder Bayer Munich muncul folder Robben.

23.  Folder Chelsea muncul folder Eden Hazard dan Torres.

24.  Folder Manchester United muncul folder Wayne Rooney.

25.  FINISH



tulisan 10,artikel cara investasi dengan modal minim

 
CARA INVESTASI DENGAN MODAL MINIM

Bagi Anda pebisnis pemula tentu mengenal apa jenis investasi yang baik untuk Anda? Atau yang lebih spesifik, bagaimana berinvestasi dengan modal yang minim? Mungkin penjelasan perencana keuangan dari QM Financial Mohammad Teguh, dapat menjawab dua pertanyaan tersebut.
Dia mengatakan ada beberapa jenis investasi yang tidak memerlukan modal terlalu besar, sehingga cocok bagi para pemula.
Alternatif yang pertama adalah saham yang dibeli secara online trading. Mereka yang masih menempuh pendidikan bisa membeli instrumen ini minimal Rp 5 juta, sedangkan yang sudah bekerja minimal Rp10 juta, ujarnya seperti dilansir Bisnis.
Alternatif yang kedua, lanjutnya, adalah instrumen Obligasi Ritel Indonesia (ORI) atau sukuk ritel yang minimum pembeliannya juga Rp5 juta. Menurut Teguh, instrumen ini sesuai untuk mereka yang baru belajar investasi karena relatif stabil dan penawaran sedang banyak.
Adapun alternatif yang paling sederhana, tambahnya, para pemula bisa memilih reksa dana, yang minimum pembeliannya cuma mulai Rp100.000 dan seterusnya, bergantung pada jenis produknya.
Selain mempertimbangkan modal, para investor baru ini harus memperhatikan pula tujuan penanaman modal tersebut, apakah untuk keuntungan jangka panjang atau menengah.
Jika yang diincar adalah profit jangka panjang, mereka bisa memilih saham atau reksa dana saham. Di sisi lain, jika menunggu keuntungan jangka menengah, investor bisa memilih ORI atau reksa dana pendapatan tetap.
Logam mulia juga bisa menjadi pilihan, tapi mungkin dengan penghasilan fresh graduate mungkin cuma dapat 5 gram.
Tetap saya rekomendasikan untuk diversifikasi instrumen investasi, ungkap Teguh. (as)

tulisan 9,puisi selamat ulang tahun papa

 
SELAMAT ULANG TAHUN PAPA
Seiring waktu berlalu
Tanpa kita sadari bahwa kita semakin bertumbuh dewasa
Dan hari ini aku mengucapkan selamat ulang tahun
Untuk ayahku…

Tuhan, berikanlah kesabaran untuk-Nya dalam menjalani hidup ini
Jadikanlah ayah menjadi ayah yang terbaik untuk hamba
Amin…

I Love You Father

tulisan 8,sulit diakhiri

SULIT DI AKHIRI
Waktuku memasuki dunia baru.
Tak terasa ada ke istimewaan.
bergerak cepat untuk mencarinya,
namun ternyata tak semudah itu..

susah senang hadapi bersama.
walau rintangan tiada habisnya..
mengapa kita harus berpisah..
sulit memang tuk dilepas dan di akhiri.